Oxalis, Si Daun Kupu-Kupu

 


Sekilas daunnya terlihat seperti sayap kupu-kupu. Yuk kita mengenal si daun kupu-kupu yang cantik ini.

Tanaman berdaun seperti sayap kupu-kupu ini termasuk dalam tanaman oxalis. Ada lebih dari 500 jenis yang termasuk kelompok tanaman oxalis. Daun kupu-kupu kebanyakan berwarna ungu atau kemerahan. Ia dikenals dengan nama ilmiah Oxalis triangularis. Selain berwarna ungu, ada juga tanaman oxalis yang berwarna hijau, putih, hijau bergaris ungu, dan terlihat bercorak seperti batik.

Tumbuhan hias ini di Indonesia dikenal dengan banyak nama, antara lain calincing kupu, calincing merah, calincing ungu, dan bunga kupu-kupu. Daun oxalis berbentu segitiga, Ada 3 helai pada setiap tangkainya. Bentuk daunnya agak mirip dengan semanggi, sehingga ada pula yang menyebutnya semanggi palsu (false shamrock)




Daun-daunnya mengembang pada siang hari dan merunduk pada malam hari. Daun kupu-kupu ini seakan tertidur saat malam tiba. Bentuknya seperti payung tertutup. Oxalis disukai penggemar tanaman, karena bentuk daunnya yang unik tidak perlu banyak perawatan.

Oxalis berasal dari Amerika Selatan. Daunnya yang unik membuat tanaman ini menyebar ke seluruh dunia untuk dijadikan tanaman hias. Tanaman ini sering ditanam dipinggir jalan atau kebun. Ada juga yang menanamnya di pot untuk tanaman hias dalam rumah.

Oxalis yang terkena banyak sinar matahari tumbuh lebbih baik dan lebih sering berbunga. Bentuk bunganya sekilas mirip anggrek. Warnanya putih keunguan. Aromanya harum menyegarkan. Oxalis tidak berbunga sepanjang tahun. Tanaman kupu-kupu ini hanya berbunga sekitar bulan April sampai September.