Kenapa Menguap Dapat Menular?

 





Saat Anda mengantuk, hal yang bisa menjadi pertanda adalah Anda kerap menguap. Sehingga tidak bisa dimungkiri bahwa orang yang sering menguap tandanya sedang mengantuk.

 

Namun, apakah Anda tahu bahwa menguap bisa menular? Ada banyak teori yang dapat menjelaskan mengapa seseorang bisa menguap dan menular ke orang lain. Hal ini dikarenakan menguap membantu tubuh Anda mendapatkan lebih banyak oksigen dan Anda tidak boleh berusaha untuk menahannya karena kondisi ini otomatis dan tidak dapat dikendalikan oleh tubuh.

 

Coba perhatikan, saat seseorang di dekat Anda sedang menguap, biasanya tanpa disadari Anda juga cenderung akan menguap walaupun sebelumnya tidak merasa ngantuk

 

Sebetulnya, hingga kini penyebab menularnya menguap masih belum diketahui secara pasti. Tapi, penelitian dari University of Nottingham menduga bahwa menguap dicetuskan oleh refleks primitif di bagian otak bernama korteks motorik primer yang biasa mengatur pergerakan di tubuh. Lalu, ada pula dugaan bahwa menguap yang menular berhubungan dengan rasa empati, upaya peniruan, dan cara berinteraksi sosial.

 

Menularnya menguap juga diduga sebagai bentuk echophenomena, demikian dilansir dari Psychology Today. Ini adalah suatu tindakan meniru yang dilakukan secara otomatis, tanpa disadari oleh pelakunya. Masih ada lagi, para ahli menduga bahwa fenomena tersebut terjadi akibat peranan sistem saraf cermin (mirror-neuron system) di dalam otak). Sehingga, sistem saraf tersebut akan membuat Anda melakukan tindakan yang sama seperti orang yang sedang Anda perhatikan!

 

Dengan kata lain, menguap hanya bisa menular pada orang yang saling berinteraksi terbuka atau sedang memperhatikan secara diam-diam. Tapi di sisi lain, masing-masing individu ternyata memiliki kerentanan yang berbeda terhadap perilaku menguap. Ya, ada yang memang mudah ditularkan menguap, ada pula yang tidak merasakan efeknya sama sekali jika dia memang tidak mengantuk.

 

Hal itu dibuktikan oleh penelitian yang menggunakan 328 orang partisipan. Sebanyak 222 orang menguap setidaknya 1 kali saat diberi tontonan video “Yawn-O-Meter”, sedangkan sisanya ada yang menguap lebih dari 1 kali dan bahkan ada yang tidak. Untuk mengetahui apakah Anda termasuk orang yang rentan ditulari, coba saja tonton video tersebut.

 

Pada akhirnya, kondisi menguap bisa menular masih tetap menjadi misteri yang cukup sulit dijelaskan oleh para ilmuwan. Begitu banyak faktor yang bisa mendukung penularan menguap, itu berarti, masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk menentukan apa penyebab pasti dari fenomena tersebut.

 

Sumber: klikdokter.com